Konflik Rusia-Ukraina, PACES UNPAR Menakar Pengaruh Geopolitik dan Geoekonomi Global

UNPAR.AC.ID, Bandung – Rusia dinilai menjadi salah satu kekuatan dunia didasari dengan kebijakan-kebijakannya yang berpengaruh secara geopolitik. Di sisi lain, secara geoekonomi, Ukraina memiliki infrastruktur jaringan gas alam yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Eropa.

Hal tersebut mengemuka dalam webinar yang diselenggarakan Parahyangan Center for European Studies Universitas Katolik Parahyangan (PACES UNPAR), pada Selasa (31/5/2022) lalu, bertajuk “Navigating the Geo-Economic and Geopolitical Reconfiguration in Divided Europe”. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi dari PACES, sebagaimana dikutip pada Senin (13/6/2022), webinar tersebut membahas situasi terkini di Eropa terutama pasca invasi Rusia ke Ukraina.

Hadir sebagai pembicara Duta Besar Indonesia untuk Slovakia yang berkedudukan di Bratislava, Dr. Pribadi Sutiono; dan dosen Hubungan Internasional dan peneliti pada PACES UNPAR Dr. Yulius Purwadi Hermawan. Dubes Pribadi Sutiono dalam webinar tersebut membahas bagaimana peran Rusia sebagai salah satu kekuatan dunia, yang kebijakan-kebijakannya berpengaruh secara geopolitik.

Perubahan dalam kekuatan di Eropa terjadi sejak pecahnya Uni Soviet pada awal dekade 1990-an. Beberapa negara eks Uni Soviet masuk menjadi anggota Uni-Eropa dan NATO. Pengajuan diri Ukraina, yang berbatasan langsung dengan Rusia, menjadi anggota NATO dipandang sebagai ancaman bagi Rusia.  Selain itu, terjadi berbagai tekanan terhadap orang-orang Rusia yang tinggal di Ukraina. Dalam hal ini Rusia hadir untuk “membebaskan” warga Rusia yang tinggal di Ukraina.     

Di sisi lain, secara geoekonomi, Ukraina memiliki infrastruktur jaringan gas alam yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Eropa. Ukraina adalah negara paling maju diantara bekas negara Uni Soviet, dengan GDP (Gross Domestic Product) ketiga terbesar setelah Federasi Rusia dan Kazakhstan. Posisi ekonomi menjadikan Ukraina memegang peran penting bagi stabilitas Eropa. Maka salah satu usulan yang muncul dalam diskusi adalah menjadikan Ukraina “buffer zone” antara Eropa Barat dan Rusia. 

Dubes Pribadi Sutiono juga menyampaikan bahwa embargo yang diberlakukan terhadap Rusia menyebabkan krisis energi di Eropa, mengingat Rusia sebagai pemasok gas dan minyak bumi Eropa. Harga bahan bakar minyak meningkat sehingga berpengaruh terhadap mobilitas penduduk. Sanksi ekonomi diterapkan untuk menekan Rusia dan memaksa pergantian rezim. Imbas invasi termasuk penurunan ekonomi di berbagai negara yang menggantungkan pasokan gandum, jagung dan biji bunga matahari dari Ukraina. 

Dalam webinar, dalam pertemuan tersebut sekaligus dilakukan peluncuran logo dan website resmi PACES UNPAR. Sebagaimana diketahui, PACES UNPAR merupakan pusat studi yang secara khusus mengkaji isu-isu politik, ekonomi, keamanan, dan sosial budaya di Eropa. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

Artikel Konflik Rusia-Ukraina, PACES UNPAR Menakar Pengaruh Geopolitik dan Geoekonomi Global diambil dari situs web Universitas Katolik Parahyangan.