Developing a Reputable Study Center: Informal Discussion with Prof. Dr. Marco Bünte, University of Erlangen-Nuremberg, Germany

Networking constitutes an important strategy to develop a credible and competent research center at both national and global level. The expertise and specialization of the researchers are crucial foundation of the center to build networking with research centers and experts from abroad. Having the highly dedicated-expertise, the center can develop partnership with other experts who share similar research interests. The development of the website can help publics to see the strength of the research center and be helpful to inform the like-minded scholars to explore potential research collaboration.

Networking, expertise and the informative web page development are several topics that were addressed in the informal discussion between Parahyangan Center for International Studies (PACIS)-Parahyangan Center for European Studies (PACES) and Prof. Dr. Marco Bünte on Friday, 5 April 2024. The discussion was held online and attended by Prof. Dr. Marco Bünte, Head of the Department of Politics and Social Change, University of Erlangen-Nuremberg, Germany, and Dr. Yulius P Hermawan, Head of PACIS-PACES Unpar, along with members of PACIS-PACES, Dr. Albert Triwibowo, Rafa Amaara, Adelia Jessica dan Wijaya Nur Shiddiq.

In the discussion, Prof Marco Bünte highlights the importance of a research center that focuses on European studies in Indonesia. He also suggests some areas of research that can be developed by PACES including Russia-Ukrainian war, migration and refugees, green energy, climate change and the rise of Far rights in several European countries. Those issues gain serious attention from European people at large including scholars at European universities. PACES can help people Indonesia to comprehend the issues through its research and publication. This may help to avoid a potential misunderstanding towards the recent development in Europe among Indonesian people.

The expert of East Asian politics also shares his view about several issues that become high interests of European people and scholars regarding the recent dynamics in East Asia. The dynamics include the rivalry between China and United States in Indo Pacific, as being indicated by the rise of China as new regional and global power and US’ position to maintain its influence in the region. Many sees some potential of open conflict between China and Taiwan which may implicate on the position of nations in Southeast Asia and ASEAN in response to the issue. Democratization in Indonesia and respect for human rights in Myanmar and other countries in Southeast Asia remain to be subject of attention among experts in Europe. The role of ASEAN to promote political reform and initiatives by ASEAN member such as Thailand to initiate a break-through approach to the situation in Myanmar are issue that attract scholars to pay more serious attention.

PACIS will have strength to initiate collaboration with experts from Europe if the research center has experts who are specialized on the recent dynamics and issues. Researchers of PACIS who share the similar interests to study the regional dynamics may share their views in the webpages that are now being developed by PACIS. This can provide first-hand information that can be easily accessed by like-minded scholars abroad. During the informal discussion, potential initiatives of collaboration were also explored, including the sharing knowledge about the recent development in Europe and Asia, and workshop.  Prof. Marco Bünte warmly welcomes Unpar students who plan to visit and study at University of Erlangen-Nuremberg, Germany.

In Indonesian language:

Pengembangan PACIS-PACES sebagai Pusat Studi Yang Mumpuni: Diskusi dengan Prof. Dr. Marco Bünte, University of Erlangen-Nuremberg, Jerman

Networking merupakan strategi penting untuk mengembangkan suatu pusat kajian yang mumpuni di tingkat nasional dan global. Peningkatan ekspertise dan spesialisasi para peneliti menjadi bagian penting yang harus dikembangkan oleh pusat kajian. Selanjutnya para peneliti dapat berkolaborasi dengan peneliti-peneliti mitra di luar negeri yang memiliki bidang interest yang sama. Pengembangan website pusat kajian menjadi penting untuk menunjukkan kepada publik secara luas perihal ekspertise, spesialisasi dan kolaborasi yang telah dikembangkan oleh para peneliti.

Gagasan-gagasan penting untuk pengembangan PACIS dan PACIS tersebut merupakan bahan diskusi antara PACIS-PACES dan Prof. Dr. Marco Bünte pada hari Jumat, 5 April 2024. Diskusi tersebut diselenggarakan secara online dan dihadiri oleh Prof. Dr. Marco Bünte, Head of the Department of Politics and Social Change, University of Erlangen-Nuremberg, Germany, dan Dr. Yulius P Hermawan, Ketua PACIS-PACES Unpar, dan pegiat PACIS-PACES Dr. Albert Triwibowo, Rafa Amaara, Adelia Jessica dan Wijaya Nur Shiddiq.

Dalam diskusi tersebut, Prof Marco Bünte menyampaikan pentingnya perhatian terhadap kajian Eropa di Indonesia dan potensi-potensi kajian yang dapat dilakukan oleh PACES. Saat ini banyak isu-isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat Eropa, termasuk di Jerman, seperti di antaranya adalah Perang Rusia-Ukraina, migrasi, energi hijau, perubahan iklim dan kebangkitan Far Rights di sejumlah negara di Eropa. Kajian yang dilakukan PACES dapat membantu masyarakat Indonesia untuk memahami apa yang terjadi di Eropa dan kemudian mengambil sikap terhadap isu-isu yang berkembang di Eropa tersebut.

Pakar Politik Asia Timur tersebut juga menyampaikan pandangannya tentang perhatian masyarakat Eropa dan para pakar dari Eropa tentang dinamika yang terjadi di Asia. Di antara dinamika yang menjadi perhatian tersebut adalah persaingan China dan Amerika Serikat di Indo Pacifik, yang ditandai dengan munculnya China sebagai kekuatan regional dan global yang baru dan posisi Amerika Serikat untuk tetap mempertahankan pengaruhnya di kawasan tersebut. Isu lain yang terkait adalah potensi konflik terbuka antara China dan Taiwan dan bagaimana negara-negara di Asia Tenggara akan menyikapinya.  Demokratisasi dan Hak Asasi Manusia di Indonesia dan negara-negara lain di Kawasan Asia Tenggara juga tetap menjadi salah satu perhatian yang menarik para pakar dari Eropa. Isu lain adalah kondisi politik di Myanmar dan peran ASEAN dalam mendorong reformasi politik di Myanmar, serta inisiatif-inisiatif anggota ASEAN seperti Thailand dalam mengatasi kebuntuan yang terjadi di Myanmar.

Akan menjadi kekuatan PACIS untuk membangun kolaborasi dengan pakar-pakar dari Eropa jika PACIS memiliki ekspert yang memberi perhatian pada isu-isu tersebut. Para peneliti PACIS yang tertarik dengan isu-isu tersebut dapat menyampaikan pandangan-pandangan mereka melalui webpage yang sedang dibangun oleh PACIS dan PACES. Ini akan menjadi sumber informasi penting tentang PACIS dan PACES yang bisa diakses secara luas. Dalam diskusi informal tersebut juga dieksplorasi beberapa inisiatif kerja sama di masa depan, mulai dari potensi interview PACIS-PACES dengan pakar politik Asia Timur tersebut dan mahasiswa-mahasiwa yang menaruh perhatian tentang dinamika di Asia dan penyelenggaraan workshop. Prof. Marco Bünte juga menyambut baik jika mahasiswa-mahasiswa Unpar yang ingin melakukan kunjungan dan belajar di University of Erlangen-Nuremberg, Jerman.